by

SMAK Bogor Juarai Lomba Parade Cinta Tanah Air 2019

Menghadirkan inovasi “Likusi Karika Bioetanol” sebagai energi terbarukan yang berasal dari limbah pengolahan umbi singkong, Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Bogor berhasil menduduki juara 1 Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019 Tingkat Jawa Barat yang digelar di Aula Dewi Sartika Gedung Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (31/7/2019).

Pencipta inovasi baru ini adalah Ariq Dhia Hibatullah dan Theresia Andrian. Persiapan yang mereka lakukan selama sebulan, dimulai dari menentukan alat-alat hingga menganalisis akhirnya berbuah manis.

“Di sini kami mengusung likusi karika bioetanol sebagai inovasi energi terbarukan. Latar belakang inovasi ini karena melihat fenomena industri makanan di Indonesia yang berkembang pesat. Contohnya di Kota Bogor yang memiliki industri makanan di bidang pengolahan umbi-umbian, seperti singkong,” ujar Ariq seperti dikuitp dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Ia memaparkan, permintaan konsumen dan produksi pengolahan singkong yang tinggi menyebabkan beberapa masalah di lingkungan. Salah satunya, limbah kulit singkong yang belum dapat dimanfaatkan dengan baik.

Melihat fenomena tersebut, kedua siswa ini akhirnya menemukan solusi untuk menyempurnakan biotanol berbahan dasar limbah kulit singkong. Yaitu, dengan menambahkan limbah kulit ari kacang hijau ke dalam proses produksi selulosa yang tidak dapat diolah menjadi bioetanol. Penambahan limbah kulit ari kacang hijau bertujuan mengurangi produksi gas sianida yang dihasillkan kulit singkong hingga akhirnya menghasilkan emisi yang lebih bersih bagi pengguna serta lingkungan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed