by

Pasar Murah, Arifin: Pemprov Jabar Alokasikan Rp20 Miliar

Jelang bulan suci ramadan 2019, bulan ke-9 pada kalender Islam (1440 Hijriah), Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 Miliar untuk pelaksanaan operasi pasar murah, anggaran tersebut sebagai upaya Pemprov Jabar dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Saat kita raker dengan Divre Bulog Jabar membahas rencana operasi pasar murah bulan puasa. Pemprov Jabar alokasikan dana sebesar Rp20 miliar,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar), Muhammad Arifin Soedjayana dalam Jabar Punya Informasi (Japri) di halaman Museum Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (25/4-2019) siang.

Selain itu, Arifin juga mengatakan meskipun komoditas kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri dinyatakan aman, Disperindag Jabar akan tetap menggelar operasi pasar murah. “Tujuannya untuk membantu ratusan ribu rumah tangga miskin yang tersebar di 27 kota dan kabupaten di jabar,” ujarnya.

Komoditas yang akan disubsidi dalam operasi pasar murah besutan Disperindag Jabar tersebut antara lain beras, minyak goreng, telur ayam negeri, daging ayam negeri dan dagin sapi. “ada enam jenis komoditas kebutuhan pokok masyarakat disubsidi,” ungkapnya.

“Operasi pasar murah tersebut akan diberikan untuk 215.000 rumah tangga miskin yang ada di jawa barat, pelaksanaan operasi pasar murah ini akan dilaksanakan serentak pada minggu kedua bulan ramadan di 27 kabupaten dan kota di jawa barat. Jenisnya (yang dijual) ada daging, minyak goreng, beras, gula dan telur,” imbuhnya.

Terkait itu, Arifin berharap operasi pasar murah bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. “Semoga bisa menjadi manfaat dan tahun depan bisa meningkat anggarannya karena kami punya rencana operasi pasar murah tidak saja dilaukan menjelang Ramadan atau Idul Fitri, tapi kita gelar juga operasi secara berkala,” harapnya.

Arifin juga berharap serapan anggaran operasi pasar murah tahun 2019 ini bisa lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 90 persen. “Selain itu, kita juga akan menambah alokasi anggaran untuk operasi pasar murah pada tahun 2020 mendatang,” pungkasnya.