by

Sosialisasi DisKUK Jabar, Kusmana: Potensi Pesantren Besar

Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (DisKUK Jabar), Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meluncurkan berbagai program unggulan diantaranya One Pesantren One Product (OPOP), Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Naik Kelas, Koperasi Juara, Wirausaha Juara dan Digitalisasi Koperasi.

Kepala DisKUK Jabar, Kusmana Hartadji mengatakan, seluruh program unggulan tersebut sejaland engan visi dan misi Pemprov Jabar dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan.

Saat ini, Kusmana mengungkapkan, program-program sedang berjalan memasuki proses pendaftaran. “OPOP menjadi salah satu program unggulan dari 17 program Pasantren Juara dengan tujuan untuk mendorong pesantren untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya dalam Jabar Punya Informasi (Japri) di halaman museum Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (9/4-2019).

Kumasa membeberkan, di jawa barat terdapat sekitar 9.000 pesantren. Namun, baru sebagian kecil yang sudah mandiri secara ekonomi. “Padahal, pesantren di Jabar memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi, hanya saja sebagian besar masih memerlukan pendampingan usaha, mulai dari penggalian baru sebagian kecil yang memiliki potensi hingga pemasaran,” bebernya.

“Sudah ada beberapa pontren memiliki unit usaha, seperti Pontren Al lttifaq di Kabupaten Bandung, Daruul Tauhid di Gerlong Bandung memiliki unit usaha pertanian dan koperasi dimana produknya sudah dipasarkan ke sejumlah pasar modern di Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kusmana mengatakan melalui Program OPOP, pesantren tersebut juga akan mendapatkan peningkatan wawasan dan pengetahuan , berupa pelatihan dan magang, pendampingan usaha, temu usaha, lomba produk unggulan pesantren, dan pameran.

Selain itu, DisKUK juga akan membantu pesantren tersebut untuk membuka pasar bagi produknya. Bahkan, akan membantu membukakan jejaring hingga link and match dengan pesantren lain yang memiliki produk berkaitan. “Untuk program OPOP, 1 Maret 2019 pendaftaran sudah dimulai secara online melalui opop.jabarprov.go.id,” pungkasnya.