by

Disdik Jabar Sabet Penghargaan Terbaik Kemendikbud

Sudah dua tahun berturut-turut Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) mendapat penghargaan, tahun 2017 disdik jabar meraih katagori kinerja program Dana Alokasi Khusus (DAK) SMA terbaik, penghargaan yang sama terulang kembali pada tahun 2018, dengan raihan penghargaan katagori kinerja program fisik SMA. Kedua penghargaan ini diberikan langsung oleh Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kepada Disdik Jabar di Jakarta.

Demikian disampaikan Kepala Bidang PMA Disdik Jabar, Yesa Sarwedi Hamiseno. Penghargaan yang diterima oleh Disdik Jabar ini, merupakan penilaian kinerja program yang dinilai Direktorat Pembinaan SMA Menurut dia, DAK fisik sebagai bagian dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, yang berperan penting dalam membiayai berbagai kegiatan khusus daerah sebagai prioritas nasional.

Tersedianya pelayanan publik di daerah yang lebih baik, akan mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dapat mewujudkan kemakmuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat. “ Untuk mewujudkan harapan tersebut, penyaluran DAK Fisik harus dilaksanakan dengan baik, tepat waktu dan sesuai dengan prioritas serta harus mendapat dukungan, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah,”kata Yesa, kemarin saat ditemui di Kantornya Jalan DR Rajiman NO 6 Bandung

Ditegaskannya, peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan melalui pemenuhan standar sarana dan prasarana (sanpras) belajar pada setiap satuan pendidikan. Jawa Barat, sudah melaksanakan standar nasional pendidikan. Melalui kegiatan fisik bidang pendidikan menengah (SMA) yang tersebar di Kabupaten/Kota di Jabar.

Yesa, menjelaskan untuk pembangunan RKB dan rehabilitasi kelas berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk tahun anggaran 2018 lalu, Jawa Barat mendapat anggaran sebesar Rp.296.980.000 000, dibandingkan pada tahun 2017 ada kenaikan sekitar 180 persen. Dengan rincian pebangunan RKB sebanyak 659 ruang kelas tersebar di 223 Sekolah. Sedangkan Rehab sebanyak 916 ruang, terdiri dari 234 Sekolah. Untuk Laboratarium IPA ada 200 ruang kelas, dari 165 Sekolah

Dijelaskannya, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak, disamping kewajiban pemerintah untuk mengelola dan memfasilitasi, juga para stakeholder lainnya seperti CSR . Oleh sebab itu, Disdik Jabar terbuka bagi siapa pun yang ingin memberi bantuan kepada sekolah, baik berupa materil atau bangunan. ”Kami harap siapa pun, baik itu alumni SMA yang berhasil secara ekonomi. Silakan bantu pendidikan di mana pun itu, mau di dekat rumah, di sekolah anaknya, atau almamaternya yang dulu,” ujar Yesa,

Dikatan Yes, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memenuhi kebutuhan ruang kelas di seluruh kabupaten/kota.

Dia memaparkan, jika diasumsikan dari target 100 ribu peserta didik dengan jumlah Rombongan Belajar (Rombel) perkelas sebanyak 36 siswa, maka masih kurang sekitar 10 ribu RKB untuk memenuhi kebutuhan program full day school SMA/SMK dan sekolah menengah terbuka.

”Angka Putus Sekolah (APK) kita ada peningkatan 76,79 artinya ada 23,4 persen lagi yang memang harus disiapkan ruang kelasnya. Selain itu, ada sekitar 36 ribu siswa sekolah menengah terbuka yang harus memiliki ruang kelas juga,” jelasnya. (adv/pr)