by

Kualitas Buruk, Koswara: Tingkat Konektivitas Rendah

Kemantapan jalan hanya bagian dari indikator konektivitas jalan, untuk meningkatkan tingkat konektivitas, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (BMPR Jabar) Koswara mengatakan tidak hanya milik provinsi yang kualitasnya harus diperhatikan, jalan-jalan daerah juga harus diperhatikan.

Antara kota A ke kota B, Koswara mencontohkan, misalkan terhubung sepuluh ruas jalan. Namun, jalan yang berkondisi baik hanya dua ruas jalan yang merupakan jalan provinsi, sedangkan delapan jalan lainnya sempit dan berkualitas buruk. “Biasanya jalan seperti itu, kabupaten atau desa, kurang perhatian” ungkapnya dalam Jabar Punya Informasi (Japri) di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (21/3-2019).

Lebih lanjut, Koswara mengatakan beberapa kabupaten di jawa barat setidaknya terdapat dua kecamatan yang letak geografisnya berdampingan. “Tetapi harus mengakses jalan melalui kecamatan. Bahkan, kabupaten lainnya dulu baru bisa terkoneksi,” imbuhnya.

Contohnya, Kabupaten Garut, warga Singajaya harus memutar melewati Cikajang dan Cisompet lebih dulu untuk sampai Pameungpeuk lewat jalan berkualitas baik. “Warga Garut Kota pun masih banyak melewati Kabupaten Bandung untuk mencapai Cisewu,” ungkapnya.

“Maka jalan ini nilai konektivitasnya sedikit. Masalahnya di Jabar, database mengenai konektivitas jalan ini belum lengkap. Kita sedang menyiapkan big data mengenai semua jalan. Tidak hanya jalan nasional dan provinsi, tapi jalan kabupaten dan kota,” paparnya.

Selatan jawa barat, lanjut Koswara, menjadi perhatian khusus dalam meningkatkan konektivitas tersebut. “Karena sejauh ini Konektivitas jalan tidak sebaik di kawasan Tengah dan Utara karena memang awalnya pengembangan di selatan sebagian besar ditujukan untuk pariwisata dan hutan lindung,” ungkapnya.

Tahun 2019 ini, di jawa barat terdapat jalan nasional sepanjang 1.789 kilometer, jalan provinsi sepanjang 2.356 kilometer, dan jalan milik kabupaten dan kota sepanjang 32.438 kilometer. “Kegiatan fisik dan pengawasan di enam UPTD pengelola jalan dan jembatan Jabar pada 2019 mencapai 102 pengerjaan,” pungkasnya.