by

Perlu Evaluasi, Kadisdik Jabar: Sekolah Bisa Digabung

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika dalam Kegiatan Sarasehan dan Dialog tentang Strategi Pembangunan Jawa Barat, Sinergitas Pendidikan Tinggi dan Stakeholder Menyongsong 100 Tahun Indonesia. Dalam pidatonya Dewi Sartika mengatakan bahwa, Ternyata  lulusan dari anak-anak SMK kita, terkait dengan pengetahuan itu juga masih menuju posisi ke dua, yang seharusnya minimal berada di posisi lima, ujarnya.

Kualitas kepala sekolah di Jawa Barat, untuk tingkat SMK dan SMA seharusnya berada di posisi lima atau enam, tapi masih disekitaran posisi 2.3. jadi ini menjadi tugas bersama elemen pendidikan di Jawa Barat. Ini terkait isu-isu pendidikan, Yang terakhir mempersiapkan revolusi industri 4.0.

Poin pentingnya berada di revitalisasi sekolah SMK di Jawa Barat. Karena sekolah SMK di Jawa Barat jumlahnya jauh lebih banyak. Untuk SMA Negeri sendiri, jumlah sekolahnya sekitar 29% dari 1.500. untuk sekolah SMA Swasta sekitar 71%. Dan untuk itu SMK, dari 2800 SMK itu hampir 90% nya Swasta dan 10% adalah SMK Negeri.

Hasil dari evaluasi terkait dengan mutu. Sekolah-sekolah swasta dari sekitar 2.800, itu ada 596 sekolah SMK Swasta, yang jumlah muridnya di bawah 60. Bahkan ada satu sekolah yang hanya  isinya ketua muridnya saja, yang lainnya tidak ada. Itu diperlukan evaluasi dari dinas pendidikan. Gubernur Jawa Barat sudah berjanji, di tahun 2020 mendatang, jika situasi sekolah-sekolah yang seperti ini bisa digabung, atau harus  diupayakan untuk bisa tidak melaksanakan belajar mengajar lagi di SMK. Sebab dari 596 yang muridnya kurang dari 60, itu yang mengakibatkan lulusan dari SMK, sebanyak 13%, itu turut menyumbang jumlah pengangguran di Jawa Barat.

Dewi Sartika mengatakan dalam pidatonya di Aula Timur Gedung Sate Kota Bandung, Dengan adanya pertemuan ini, pihaknya berharap bisa berkolaborasi untuk meningkatkan revitalisasi, khususnya SMK. ,”Kalau untuk SMA kita akan dorong untuk bisa memasuki ke perguruan tinggi”, ujar Dewi.

Dalam hal ini, SMK menjadi titik-titik tumbuh, untuk bisa menjadi akselerator. Upaya pemerintah yang berbasis sumber daya yang ada di seluruh pelosok desa, kurang lebih hampir 5.900 desa, dan 636 kecamatan di Jawa Barat. Dan ini menjadi titik-titik tumbuh dan bisa berkolaborasi dengan masyarakat.

Dewi Sartika menambahkan, Sehingga disitulah sebetulnya anak-anak SMK bisa memanfaatkan potensi dan kompetensinya, juga memajukan baik yang ada di Desa maupun kecamatan. Ini menjadi PR kita bersama, mudah-mudahan dengan kehadiran kita secara kolaborasi, bisa meningkatkan kolaborasi revitalisasi, ujarnya.

Terkait revitalisasi SMK, yang pertama adalah, bagaimana budaya-budaya dari industri dan dunia usaha itu bisa terinternalisasi di SMK – SMK . Caranya adalah, bisa  melalui kurikulum dari SMK yang dimodifikasi, sehingga percepatan terhadap perubahan yang begitu luar biasa, di dunia ini. Khususnya di Indonesia, agar bisa terfasilitasi sebelumnya. Dan juga harus terus menerus melakukan berkolaborasi, karena harus membaca situasi lima sampai sepuluh tahun kedepan.

Dewi juga mengatakan, Sebetulnya bentuk-bentuk barang apa yang bisa diproduksi, dan barang barang apa yang diminati oleh masyarakat, sehingga disitulah anak-anak kita bisa bekerja dan berkiprah, memanfaatkan kemampuan dan potensinya dalam rangka kolaborasi seluruh sumber daya berbasis lokal itu bisa dimanfaatkan, ujarnya.