Laporan Wartawan Syamsul, Jurnal Jabar

JURNALJABAR.com, Bandung – Kegiatan LKK (Latihan Khusus Kohati) Cabang Ponorogo yang dilaksanakan pada 7 – 11 Mei 2018 bertempat di NBC (Ngabar Busines Center), putri asal bandung yang juga aktivis perempuan Korps HMI-Wati PB HMI memaparkan materi dalam kegiatan yang bertemakan dengan “Terbinanya kader HMI-Wati yang menjunjung tinggi nilai-nilai keIslaman dan keIndonesiaan sebagai akselerasi tujuan HMI dan mengaplikasikannya dalam ranah domestik publik”.

Dalam penyampaiannya, Eva Nurpadilah Hasanah yang kini menjabat sebagai Kabid PSDO Kohati PB HMI memamparkan, HMI sebagai organisasi mahasiswa tertua yang sangat menjunjung tinggi keislaman dan keindonesiaan dengan misi sederhana awalnya adalah mempertahankan negara kesatuan republik indonesia dan mempertinggi derajat rakyat indonesia serta menegakkan syiar agama islam.

Ia pun menjelaskan, ketika pembentukan Korps HMI-Wati (KOHATI) pada 17 september 1966 tidak terlepas pada fase sejarah perjuangan HMI yang pada waktu itu berada pada fase Kebangkitan HMI dan Pelopor pejuang Orde baru.

“Pada tahun 1966 terjadi pergolakan semangat Mahasiswa sebagai agen of change dengan menurunkan  Presiden, adanya Tritura sampai keluarnya Supersemar. Kenapa tahun 1966 merupakan fase pelopor? Karena pada saat itu wakil ketua PB HMI yaitu Mar’ie Muhammad menjadi koordinator Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI)”. Bebernya Kamis (10/5) Kemarin

Baca juga : Mendorong Pembangunan Di Jawa Barat, ICER Regional Jabar Rencanakan Kegiatan.

Baca juga : Fantastisnya Anggaran Asean Games 2018, Aktivis Menduga Ada Ketidakberesan Di Menpora

Putri asal bandung pun mengapresiasi adannya forum kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Kohati seperti Latihan Khusus Kohati (LKK)

“Hal ini menjadi sarana akselerasi peningkatan kapasitas peran kader HMI-Wati dalam mengemban misi HMI. Tentu akselerasinya adalah bagaimana peran sebagai kader HMI-Wati dapat termaksimalkan dengan baik sebagai pembina dan pendidik HMIWati untuk menegakkan dan mengembangkan nilai-nilai keislaman dan Keindonesiaan.”. Tandasnya.

Baca juga : Presidium Alumni BEMNUS Kecam Presiden AS Donald Trump Soal Yerusalem

Baca juga : Sambangi Rektor STKIP Muhamamdiyah Bogor, Jaringan Mahasiswa Siap Kawal Pemilu 2018

Menurutnya, Karena kohati adalah bagian dari integral HMI maka sebagai badan khusus yg merespon Isu dan dinamika keperempuanan, harus bergerak pada jalur mewujudkan tujuan HMI.

“Maka aplikasi terhadap ranah domestik dan publiknya harus seimbang. Sebab itu kohati sebagai laboratorium kehidupan dan tempat belajar Kader HMI-Wati bagaimna dia menjadi anak perempuan yang baik, mempersiapkan Calon Istri,  Calon ibu,  hingga disiapkan menjadi anggota masyarakat profesional”. Harapnya [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •