Laporan Wartawan Mul, Jurnal Jabar.com

JURNALJABAR.com, Bogor — Meningkatnya angka kemiskinan juga ketimpangan dalam sektor energi, sosial, pertanian, hingga kesehatan. Gerakan Rapot Akhir Nurhayanti (Granat) tidak akan lama lagi akan mengontrog kantor bupati bogor. Pasalnya, granat menilai ketidakseriusan bupati bogor nurhayanti menjadi cikal bakal kabupaten bogor yang dijuluki tegar beriman menjadi kabupaten yang terpuruk dan terkorup dibanding daerah lainnya.

Koordinator Granat Hasyemi Faqihudin saat ditemui Jurnaljabar.com mengatakan, meningkatnya angka kemiskinan yang tinggi, juga ketimpangan di sektor energi dan lainnya yang menjadikan masyarakat luas dikorbankan, Hal ini disebabkan bupati tidak cermat dalam mengelola APBD, PAD hingga pendapatan retribusi pajak lainnya.

“Sumber energi saja dari geothermal, pertambangan hingga migas yang potensinya besar hingga kini selama bupati nurhayanti memimpin kabupaten bogor tidak pernah terjadi menetaskan angka kemiskinan yang begitu tinggi, lalu pendapatan yang di dapat dari sumber daya alam yang hakikatnya dimiliki rakyat dikemanakan saja? sampai detik ini pun saya tidak mendengar pengalokasian yang tepat.” Pungkasnya. Minggu (6/5) Siang tadi.

Baca juga : Mendorong Pembangunan Di Jawa Barat, ICER Regional Jabar Rencanakan Kegiatan.

Baca juga : Fantastisnya Anggaran Asean Games 2018, Aktivis Menduga Ada Ketidakberesan Di Menpora

Ia pun menambahkan, potensi energi yang besar di kabupaten bogor bukan hanya sekedar pepesan kosong namun memang perlu dikelola secara maksimal oleh pemda agar terjadi pengurangan angka kemiskinan.

“Sekarang begini, lihat saja kurang lebih energi potensial gas bumi 300 juta barel bahkan lebih sampai sekarang, juga potensi tambang emas yang sudah menghasilkan jutaan ton, hingga panas bumi yang paling besar dibanding wilayah jawa barat lainnya. Tapi dengan 487 ribu penduduk kabupaten bogor dibawah garis kemiskinan tak pernah usai, maka sudah terlihat mafia – mafia pemda masih bersarang di bumi tegar beriman ini”. tegas Hasyemi yang juga Koordinator Wilayah Jawa Barat Indonesia Community Energy Research (ICER).

Selain itu, ia pun menegaskan bahwa sudah sepantasnya bupati nurhayanti diberikan rapot merah karena memiliki potensi berspekulasi bukan realita dalam kinerja.

Baca juga : Presidium Alumni BEMNUS Kecam Presiden AS Donald Trump Soal Yerusalem

Baca juga : Sambangi Rektor STKIP Muhamamdiyah Bogor, Jaringan Mahasiswa Siap Kawal Pemilu 2018

“Bukan hanya sektor energi, akan tetapi dari sosial, kesehatan, pertaninan, kehutanan hingga ekonomi. Nurhayanti sampai saat ini, sudah keterlaluan membiarkan masyarakat tidak ada peningkatan yang seyoggyanya APBD atau lainnya itu hak untuk masyarakat secara merata. Namun sampai saat ini masih banyak ketimpangan-ketimpangan lainnya, dari mulai jalan rusak hancur, hingga enviromental hazard”. Tambahnya.

Hasyemi mengancam, waktu dekat ini dengan mengerahkan elemen mahasiswa hingga masyarakat akan menggelar aksi kepung di kantor bupati dengan membawa rapot merah juga membawa sesajen hingga puluhan kerbau hidup.

“Kami akan aksi besar dan tertib, tentunya simbol simbol yang diperlukan akan memberikan nuansa berbeda karna kami mahasiswa dan masyarakat memiliki penilaian yang tajam bahwa sudah sepantasnya bupati nurhayanti di masa akhir jabatannya perlu di kepung total”. [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •