Laporan Wartawan Muhammad Ardi, Jurnal Jabar.

JURNALJABAR.com – Akibat identitas pribadi kewarganegaraan (e-KTP) terungkap dicuri oleh bakal calon pasangan calon (paslon) di pilkada 2018. Seorang warga Dede Dimyati sangat kecewa dengan ulah tim sukses (timses) yang masih di usut keberadaanya. Rabu (13/12/2017) Sore  tadi.

Baca juga : Sambangi Rektor STKIP Muhammadiyah Bogor, Jaringan Mahasiswa Siap Kawal Pemilu 2018

Dede Dimyati, Salah satu korban pencurian e-KTP. Sumber : Istimewa

Motif pencurian e-KTP untuk meloloskan paslon saat verifikasi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menjadi catatan buruk dalam pesta demokrasi ini.

Bukti e-KTP yang dicuri untuk paslon di pilkada 2018

Dede scout sapaan akrabnya menyesali e-KTP pribadinya bahkan keluarganya diambil tanpa izin pemilik.

”Saya tidak ridho lahir bathin, e-ktp saya, istri, dan saudara diambil tanpa izin oleh bakal calon bupati jalur perseorangan. Padahal saya belum pernah memberikan dukungan kepada calon perseorangan.” Sesalnya melalui pesan singkat whaatsapp, yang diterima Jurnaljabar.com

Baca juga : Presidium Alumni BEMNUS Kecam Presiden AS Donald Trump Soal Yerusalem

Ia menambahkan, saat ini saya akan proses melalui nota keberatan atas pencurian e-KTP ini. Bahkan sebagian pegiat aktivis menduga hal ini ada keterlibatan oknum pejabat di tingkat desa.

Bukti foto yang ditunjukan, e-KTP tersebut dimiliki istri dan saudara korban.

”Sangat menyakitkan bagi saya, mereka para pemimpin sudah berani membuat data palsu tanpa izin pemilik. Mau jadi apa kedepannya?”. Tambahnya.

Kedepanya dede yang juga sekjen PK. KNPI Cibungbulang berjanji akan mengusut dan membuat efek jera bagi paslon yang tidak bertanggung jawab.

”Kita buat efek jera, agar mereka tau. Langkah pemimpin tak sepatutnya seperti itu”. Tutupnya. [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •