Laporan Wartawan Muhamad Ardi, Jurnal Jabar.

JURNALJABAR.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden mengadakan pertemuan dengan menpora Imam Nahrawi dan seluruh pengurus cabang olahraga. Dalam agenda tersebut wapres memberi jamuan santapan makan siang bersama. Rabu, (20/12/2017) Kemarin.

Dalam kesempatan itu Menpora Imam Nahrawi menyampaikan mengenai kondisi anggaran hingga pentargetan Asian Games 2018 yang akan berlangsung.

Imam Nahrawi dalam pelaporannya kepada Wakil Presiden mengatakan TA 2017 Kemenpora masih ada sisa anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk 24 cabang olahraga, sementara untuk TA 2018 anggaran Kemenpora telah disahkan sebesar Rp 735 miliar untuk 40 cabang olahraga dan fokus di nomor event.

Baca juga : Transpatriot Resmi Di Uji Coba, Walikota Bekasi Berharap Fasilitas Umum Ini Menjadi Andalan

Gambar : Pengembangan Proyek Infrastruktur Asean Games 2018 Di Palembang. Sabtu (12/03/2017) Foto : Istimewa

“Masih ada 4 cabor yang belum menyerahkan proposal high performance, try out, training camp, uang saku dan alat tanding dan alat latih, dan per awal Januari kita akan kick off dengan baik,” ujar Menpora dalam sambutannya.

Ia juga mengatakan terkait bonus atlet Asian Games telah diputuskan oleh Wapres bahwa bonus Asian Games adalah bonus terbesar sepanjang sejarah Asian Games.

Baca juga : Rekomendasi Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil, Resmi Di Cabut?

Baca juga : Membedah Regulasi PI 10% Blok Migas Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi dan Kemakmuran Masyarakat Ibukota

“Bonus atlet Asian Games 2018 tidak hanya berupa uang yang nominalnya akan disampaikan menyusul, tetapi juga sebuah rumah dan menjadi Pegawai Negeri Sipil,” tandas imam nahrawi.

Sebelumnya Maret Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla membeberkan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang mendatang.

Pernyataan soal anggaran disampaikan Jusuf Kalla seusai melakukan rapat bersama Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jakarta, Sabtu (25/3/2017) lalu.

Anggaran tersebut meliputi biaya penyelenggaraan, pembangunan infrastruktur, dan sarana transportasi pendukung Asian Games 2018.

Gambar : Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Asian Games 2018 Bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Senin (13/03) Foto : Istimewa

“Biaya untuk infrastruktur hampir Rp 7 triliun. perbaikan di Palembang dan DKI Jakarta hampir Rp 3 triliun. Infrastruktur  seperti transportasi di Palembang yakni Rp 7 triliun, dan di Jakarta Rp 10 triliun. Total keseluruhannya bisa mencapai Rp 30 triliun,” tutur dia.

Dalam fantastisnya anggaran Asian Games 2018 tersebut, Hasyemi faqihudin menegaskan bahwa publik agar tidak tutup mata dari kemasan asian games yang spektakuler nanti.

Baca juga : PT. PLN Gandeng Kerja Sama Dengan Francis 

“Kita ingat di bulan maret 2017, Imam Nahrawi pernah terjangkit dugaan korupsi pengadaan alat peraga olahraga untuk sekolah se-indonesia”. Tandasnya.

Hasyemi menduga anggaran negara yang dipergunakan sebesar 30 Triliun untuk Asean Games 2018, sangat disayangkan apabila publik tidak menyorotinya.

”Dahulu menpora dianggap lalai, sehingga muncul potensi kebocoran uang negara dalam proyek yang dibiayai APBN senilai Rp 72,3 miliar dalam pengadaan alat peraga olahraga tersebut. saya khawatir dan menduga dalam penganggaran Asean games 2018 mendatang juga ada ketidakberesan”. Tegasnya. [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •