Laporan Wartawan Hendi, Jurnal Jabar.

JURNALJABAR.com – Hingga kini bergulirnya persoalan tanah seluas 16 haktare di kawasan Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Minggu (8/4) membuat gerakan mahasiswa (GERAM) merasa mempertanyakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, berdasarkan rilis tertulis Gerakan Mahasiswa (GERAM) Ketua Umum Hasyemi faqihudin menganggap hal ini dikarenakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum juga melaksanakan putusan pengadilan.

Saat dihubungi via selluar jurnaljabar.com ia menduga terdapat indikasi mafia di dalam lembaga BPN. Padahal menurutnya, sepatutnya BPN harus melaksanakan putusan pengadilan terkait tanah seluas 16 ha tersebut, karena statusnya sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Dengam dasar hukum yakni Keputusan Pengadilan Negeri Klas I A Jakarta Selatan No 523/Pdt.G/2001/PN.Jak. Sel tertanggal 14 November 2002. Kemudian Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No 245.PDT/3003/PT. DKI  tertanggal 11 September 2003, Jo Putusan Mahkamah Agung No  611 K/ PDT/ 2004 tertanggal 25 Oktober 2005, dan Jo Putusan Mahkamah Agung Nomor: 64 PK/Pdt/2007 tertanggal 3 Juli 2008. Akan tetapi hingga kini keputusan tersebut belum dilaksanakan oleh pemerintah, dalam hal ini BPN”. Tandas hasyemi

Ia pun mengancam apabila persoalan ini belum juga dituntaskan, maka Gerakan Mahasiswa (GERAM) berjanji akan turun aksi unjuk rasa di beberapa titik lokasi, diantaranya Kantor BPN, Pemprov DKI Jakarta, Hingga Istana Negara.

”Para senior kami, yang juga tim advokasi sampai saat ini terus di ping pong oleh BPN. Maka kami berjanji akan turun aksi apabila masalah ini tidak dituntaskan”. Kesalnya.

Ia pun menambahkan, “Apabila BPN selama ini tidak mengajukan usulan ganti rugi atas kasus No 523/Pdt-G/2001/PN.Jkt.Sel. sejak 2013 yang sudah inkrah putusannya maka kami mendesak dan mempertanyakan kepada presiden bahwa didalam lembaga BPN terdapat mafia kelas kakap dan kepala BPN harus di resuffle”. Tegasnya [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •