Laporan Wartawan Arbianto, Jurnal jabar.

JURNALJABAR.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Beringin Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan desakan untuk disegerakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) merupakan upaya pemulihan nama baik besar partai golkar di mata masyarakat jelang Pemilu serentak 2018.

“Saat ini kacamata publik sudah kompak ingin ada perubahan pada Partai Golkar,” katanya di Gedung DPD II Golkar, Bekasi Selatan, Senin (11/12/2017) lalu.

Baca juga : Pelawak Senior Qomar Siap Mundur Jadi Rektor Untuk Maju Di Pilkada Cirebon 2018?

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dikerumuni para kader Golkar. Foto : Istimewa

Dalam deklarasi tersebut, sebanyak 32 dari total 34 pengurus DPD Tingkat I Golkar di Indonesia menyepakati mengusung Airlangga Hartato menggantikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Golkar melalui Munaslub.

Dua pengurus DPD I berdasarkan informasi yang dihimpun masih belum memberikan dukungannya terhadap Munaslub. Diantara DPD I Partai Golkar tersebut adalah dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan berdasarkan pantauan Jurnaljabar.com Beberapa DPD I telah memberikan mayoritas dukunganya kepada Airlangga yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian itu untuk maju dalam Munaslub Golkar yang akan digelar pertengahan Desember 2017 nanti.

Baca juga : Mayjen (Purn) Sudrajat Direstui Prabowo Maju Pilgub Jabar 2018

Dedi menabahkan, perbaikan nama baik besar partai tidak boleh hanya sebatas pada pucuk pimpinan partai, namun juga harus dilakukan secara sistematik mulai dari hulu hingga hilir.

“Selama ini sistemnya top down, hilir dalam hal ini DPD di daerah dituntut untuk melakukan perubahan. Tetapi, hulu partai tidak melakukan perubahan. Ke depan, harus bottom up, karena Golkar bukan milik perorangan, Golkar itu milik kader dan rakyat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi juga mengatakan sefaham dengan Dedi Mulyadi bahwa Partai Golkar harus segera bertransformasi menjadi partai millenial.

“Hal ini karena generasi millenial begitu menaruh perhatian besar terhadap perubahan partai. Kita ini di kota maupun di daerah banyak pemilih yang berada di umur 17-40 yang belum digarap. Golkar harus mampu menghadirkan solusi bagi mereka,” katanya. [Troy]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •