Laporan Wartawan Nazier, Jurnal Jabar

JURNALJABAR.com, Jakarta – Berdasarkan informasi yang beredar massa aksi mahasiswa yang tergabung Aliansi Mahasiswa Penggugat Pilkada (AMPP) Jawa Barat diproses Polda Metro Jaya terkait batasan waktu yang dilanggar, Namun hal itu dibantah koordinatoor AMPP Jawa Barat dengan menilai ormas tak dikenal tersebut telah menghambat aksi unjuk rasa.

“Perlu di catat, pertama kami aksi adalah wujud menegakan hukum di indonesia, sebab terkait pilkada serentak yang status kita mahasiswa adalah tanggung jawab sebagai agent of social control, namun kami menemukan kecurangan dalam pilkada 27 juni dengan indikasi kuat politik uang. Kedua, soal ditahan dipolda metro jaya, saya kira tidak, akan tetapi ini perwujudan kepolisian dalam melakukan pengamanan, dan itu sah. Sehingga kami baik – baik saja, karna kami akan taati hukum, dan kami tidak ada penahanan, Ketiga, saya binggung ada siapa di balik ormas tersebut yang sama sekali kita tidak kenal?”. Terangnya kepada jurnaljabar.com, Senin (2/7/2018).

Baca Juga: Resmi Daftarakan Diri Bacaleg Dapil 4 Kab. Bogor, Dinar Pejuang Muda Perempuan Serap Aspirasi Dengan “Belanja Masalah”

Baca Juga: Fatal! Kepemimpinan Aher, Tak Selesaikan Konflik Dualisme DPD KNPI Provinsi Jawa barat

Menurutnya, Politik uang itu dilarang keras dalam pesta demokrasinya, sehingga dalam kata “ambil uangnya, jangan pilih orangnya” adalah sebuah kata sinidrian untuk menolak politik uang.

“Seribu gagasan dan ajakan dengan sebuah kata, jelas itu harus tepat direalisasikan, namun budaya transaksi politik uang yang memang dianggap masyarakat biasa saja, namun hal ini saya tegaskan itu jangan diperkembangan biakan, karna kesalahan besar”. Tegasnya

Ia berjanji meski digagalkan aksi unjuk, namun optimistis berkas barang bukti akan sampai ke ketua mahkamah konstitusi.

“Intinya bagaimana pun carannya ini harus sampai meja ketua MK”. Tambahnya. [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •