Laporan Eko Wicaksono LPTN, Jurnal Jabar.

JURNALJABAR.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pesimistis produksi minyak dan gas siap jual (lifting migas) 2017 bisa mencapai target. Pasalnya, mendekati akhir tahun rata-rata produksi belum menyentuh target.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengungkapkan, pencapaian lifting minyak tahun ini hanya 98 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.

Baca juga : Membedah Regulasi PI 10% Blok Migas Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi dan Kemakmuran Masyarakat Ibukota

Foto : Istimewa

“Kira-kira gini, lifting 2017 ini hanya akan tercapai sekitar 98 persen dari target,” kata Amien, di kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Berdasarkan catatan produksi minyak dan gas dari SKK Migas, sampai 12 Desember 2017, produksi minyak Indonesia mencapai 786.504 barel per hari (bph), sedangkan produksi rata-rata sepanjang 2017 mencapai 802.199 bph.

Untuk produksi gas sampai 12 Desember 2017 mencapai 7.824 MMSCFD, sedangkan rata-rata produksi gas sepanjang 2017 mencapai 7.620 MMSCFD.

Foto : Istimewa

Baca juga : Mendorong Pembangunan Di Jawa Barat, ICER Regional Jabar Rencanakan Kegiatan.

Jika produksi migas tersebut digabungkan, lifting migas baru mencapai 1,94 juta barel setara minyak (Barel Oil Equivalent per Day/BOEPD atau setara dengan 98 persen dari target yang ditetapkan dalam APBNP 2017 sebesar 1,96 juta BOEPD.

Meski produksi migas tidak tercapai, untuk pendapatan negara dari sektor ‎hulu migas malah di atas target. Penerimaan pemerintah dari kegiatan pencarian migas pada 2017 mencapai US$ 13 miliar, 110 persen dari target APBNP 2017 sebesar US$ 12,2 miliar.

“Tapi kalau penerimaan negara dari migas akan di atas 100 persen, itu lifting semuanya,” tutur Amien. [Sul]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •